Mengidentifikasi Sumber Informasi
Dalam proses menulis sebuah karya, seorang mahasiswa atau dosen pasti melakukan research dengan membaca dan mencari sumber informasi untuk mendukung gagasan yang ditulisnya. Sumber informasi adalah bahan-bahan yang dapat dikumpulkan oleh peneliti yang terdiri dari; textbook, ensiklopedi, majalah, kamus, thesis, skripsi, laporan penelitian, film dsb. Dengan berkembangya era internet dewasa ini, hampir semua informasi dapat diakses melalui dunia maya.
2.1 Bagaimana menilai sebuah sumber informasi.
Banjir informasi yang diniscayakan oleh keberadaan internet memunculkan sebuah gejala yang disebut ‘information overload’ yaitu mbludaknya informasi dalam kehidupan kita. Seorang individu yang menderita ‘virus’ ini akan mendapati dirinya bingung dalam menentukan informasi mana yang harus di ambil.
Untuk mencegah virus seperti ini menyerang Anda, yang Anda butuhkan adalah kemampuan mengidentifikasi sumber informasi. Ada tiga aspek yang harus diperhatikan berkenaan dalam mengidentifikasi informasi, yaitu; relevansi, kredibilitas pengarang dan kemutakhiran sumber informasi.
2.1.1 Relevansi
Ketika Anda mencari informasi tertentu di mesin pencari, tentu Anda akan menuliskan kata kunci. Misalnya Anda menulis kata kunci “pendidikan anak” karena Anda menginginkan informasi yang relevan dengan pendidikan Anak. Anda tidak ingin informasi lain yang tidak relevan dengan pendidikan anak.
Relevansi, dengan demikian, mengacu pada sejauh mana informasi yang ingin Anda cara sesuai dengan masalah yang akan Anda bahas. Ketika Anda tidak memperhatikan aspek relevansi ini, Anda hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga dalam mencari informasi.
Ikhwal relevansi, ada tiga hal yang harus Anda perhatikan. Pertama adalah nilai guna. Anda harus bertanya apakah informasi yang Anda pilih sudah sesuai dengan kegunaan Anda. Kalau topik yang Anda tulis adalah pendidikan Anak, namun Anda mendapatkan informasi tentang ‘politik dalam negeri Amerika’ tentu informasi ini tidak berguna.
Aspek yang kedua adalah kedalaman tentang informasi. Sebuah jurnal tentang ‘multi kecerdasan’ tentu akan lebih mengandung informasi yang lebih mendalam daripada tulisan blog pendek dari seseorang tentang masalah serupa.
Aspek ketiga yang harus Anda perhatikan berkenaan dengan relevansi adalah audience atau khalayak dari sebuah informasi tertentu. Misalnya, bila khalayak yang dituju dari sebuah website adalah para guru, mungkin informasi ini akan mempunyai relevansi dengan pendidikan dan pengajaran.
2.1.2 Kredibilitas
Kalau Anda seorang yang ‘credible’ Anda adalah seorang yang berkualitas dan dapat dipercaya. Demikian juga informasi. Sebuah informasi yang kredibel adalah informasi yang berkualitas dan dapat dipercaya. Kredibilitas informasi biasanya berhubungan dengan kredibilitas penulisnya., lembaganya, pemanfaatannya dan proses pembuatannya.
a. Kredibilitas penulisnya
Kredibilitas dari sebuah karya dan informasi akan ditentukan oleh otoritas dari penulis atau pembuatnya. Otoritas artinya sejauh mana seseorang mempunyai kemampuan dan hak untuk membuat atau menulis sebuah karya. Tulisan tentang masalah politik tentu tidak akan memiliki kredibilitas jika ditulis oleh seorang dokter. Sebaliknya, informasi masalah kesehatan tidaklah kredibel jika ditulis oleh seorang pakar politik.
Bagaimana mengetahui kredibilitas seorang penulis? Gampang. Dalam sebuah buku, misalnya, Anda dapat mengetahui informasi tentang penulis melalui biografinya. Dalam biografi tersebut Anda akan mendapatkan informasi tentang pendidikan penulis, pengalamannya, penghargaannya, kariernya dan karya-karyanya yang lain.
b. Kredibilitas lembaganya
Lembaga yang menerbitkan buku maupun website dapat berupa:
- Lembaga pemerintah dan non pemerintah
- Lembaga profesi dan non profesi
- Lembaga komersial dan non komersial
- Lembaga industri non industri.
Profesi biasanya mempunyai wadah lembaga atau organisasi seperti IDI (Ikatan Dokter Indonesia), PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) dan sebagainya. Website atau buku yang ditulis oleh lembaga-lembaga profesi seperti ini merupakan sumber informasi yang dapat dipercaya.
Dalam konteks pencarian informasi di internet, Anda dapat mencari gambaran lembaga yang menulis website dalam about us, who am I, background atau biography.
Jenis lembaga yang menulis website dapat dilihat dari kode yang digunakan dalam URLnya. Contoh:
- .gov-menandakan bahwa sumber informasi tersebut ditulis oleh lembaga pemerintahan (government).
- .edu-menandakan bahwa sumber informasi tersebut ditulis oleh lembaga pendidikan (education).
- .org-menandakan bahwa sumber informasi tersebut ditulis oleh organisasi non komersial (organization).
- .net-menandakan bahwa lembaga tersebut adalah penyedia layanan internet.
- .com-menandakan bahwa penyedia informasi adalah organisasi komersial.
Tulisan-tulisan yang bersifat pribadi biasanya terdapat simbol ~ walaupun mungkin ada simbol .com atau .edu nya. Karena sifatnya pribadi, informasi dengan simbol ini dapat dikatakan kurang kredibel.
Kadang-kadang sebuah sumber informasi dalam internet memiliki sponsor dibelakangnya. Misalnya laporan pendidikan yang ditulis oleh AUSAID akan lebih dapat dipercaya daripada laporan yang ditulis oleh perusahaan minuman kaleng.
2.1.3 Pemanfaatannya
Pernahkah Anda mendengar istilah citation index? Citation index adalah sebuah istilah yang mengacu pada berapa sering sebuah informasi di sitir oleh para pengguna informasi tersebut. Misalnya, semakin banyak tulisan seorang professor dalam sebuah jurnal dirukuk orang semaking kredibel lah informasi tersebut.
2.1.4 Proses penciptaan
Dalam dunia akademik penerbitan sebuah jurnal kadang melalui proses evaluasi yang dilakukan oleh kaum akademisi yang lain. Proses inilah yang disebut peer review. Jurnal yang sudah mengalam peer review tentu akan memiliki mutu yang lebih baik jika dibandingkan dengan jurnal yang belum pernah mengalami proses serupa.
2.1.5 Kemutakhiran
Kemutakhiran sebuah buku ataupun karya tulis dapat dilihat dari tahun publikasi dari tulisan tersebut. Kadang-kadang buku akan dicetak kembali. Contoh, buku yang diterbitkan tahun 1995 dicetak kembali atau diterbitkan tahun 2008. Setidaknya ada tiga aspek yang harus Anda perhatikan dalam menilai sebuah karya tulisan. Pertama Anda harus memperhatikan kapan buku atau karya tulis itu diterbitkan. Kedua Anda harus mengetahui kapan karya tulis terakhir direvisi. Ketiga, Andapun harus mengetahui kapan daftar pustaka yang tercantum dalam buku diterbitkan.
Pengetahuan tentang kemutakhiran sumber informasi ini penting. Jika Anda tidak memperhatikan aspek ini acapkali Anda akan mendapatkan informasi yang kadaluwarsa. Contoh, Anda ingin mencari informasi tentang situasi politik terkini. Namun buku yang Anda pegang diterbitkan pada tahun 1989 yang banyak membahas politik order baru. Jadi dapat dikatakan bahwa sumber informasi di tangan Anda sudah kadaluwarsa.
Bagaimana kemutakhiran sebuah situs di website? Anda dapat melihatnya dari dua hal. Pertama adalah kapan situs tersebut dibuat. Kedua, Andapun dapat melihat apakah situs tersebut selalu diperbaharui dengan melihat pada tulisan “last updated”.
Ada beberapa tips yang harus Anda perhatikan untuk melakukan evaluasi terhapad situs di internet:
1. Pencantuman nama penulis
Sumber informasi yang memuat nama penulis layak diperhitungkan kualitasnya daripada sumber yang tidak mencantumkan.
2. Pencantuman data penulis.
Kalau Anda tidak mendapatkan informasi tentang data penulis, bisa jadi informasi yang Anda dapatkan kurang kredibel.
2.1.6 Obyektifitas
Sebuah tulisan dikatakan obyektif jika tulisan tersebut tidak dipengaruhi oleh emosi atau pendapat pribadi penciptanya. Sebaliknya karya dikatakan obyektif jika karya tersebut didasarkan pada fakta atau fenomena yang dapat diamati.
Bagaimana cara menilai keobyektifan sebuah karya? Gampang. Perhatikan cirri-ciri berikut ini;
- Seorang pengarang yang kurang obyektif akan cenderung untuk menggunakan fakta-fakta yang hanya mendukung pendapatnya. Dia tidak akan menggunakan informasi yang berseberangan dengannya.
- Penulis yang tidak obyektif sering membesar-besarkan suatu pokok bahasan tertentu atau menjadikan sebuah topic bahasan terlalu sederhana dengan menghilangkan fakta-fakta yang penting. Contoh; orang yang menjual obat kejantanan akan menulis hal-hal positif yang mendukung produk yang dijualnya tanpa menulis efek-efek negative dari obat tersebut.
- Informasi yang mengandung agenda politik dan promosi tentang pemikiran tertentu seringkali tidak obyektif karena informasi ini hanya menerangkan dengan sudut pandang mereka sendiri. Karena agenda politik atau kepentingan tertentu, informasi yang disampaikan kadang-kadang bias.
- Sebaliknya pengarang yang obyektif akan menggunakan informasi baik yang mendukung maupun yang menolak pendapatnya.
- Penulis yang tidak obyektif biasanya menggunakan bahasa yang emosional dan membesarkan pernyataan. Sebaliknya, penulis yang obyektif lebih menggunakan bahasa yang konsisten dan penuh pemikiran.
2.1.7 Kedalaman informasinya
Di era banjir informasi, Anda harus paham dalam memilih mana informasi yang dangkal dan mana informasi yang dalam. Inilah strateginya;
- Kalau penulis mempunyai pengetahuan yang banyak tentang bidang yang dibahas dapat dikatakan bahwa informasi itu cukup dalam.
- Jika penulis menggunakan teori-teori yang jumlahnya memadai dapat dikatakan bahwa informasi itu cukup dalam.
- Jika penulis menggunakan sebuah pendekatan dalam penyajian karyanya dan ia mencantumkan kelebihan dan kekurangannya, maka informasi itu dapat dikatakan dalam.
