Literasi Informasi
1.1 Apakah literasi informasi?
Terminologi literasi informasi agaknya masih menjadi istilah yang asing bagi masyarakat kita. Namun demikian, istilah ini mulai menjadi wacana dalam dunia pendidikan. Sering istilah literasi informasi dipadankan dengan melek informasi. Namun apakah benar?
Wikipedia (2007) mendefinisikan literasi informasi sebagai hasil pemrosesan, manipulasi dan pengorganisasian/penataan dari sekelopmok data yang mempunyai nilai pengetahuan bagi penggunanya. Ada banyak definisi dari literasi namun secara umum literasi informasi dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk mencari, menganalisa, mengevaluasi dan memanfaatkan informasi.
1.2 Manfaat Literasi informasi
1.2.1 Membantu kita mengambil keputusan.
Dalam kehidupan manusia pasti mempunyai masalah. Manusia memerlukan solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Dalam segenap sisi kehidupan manusia mempunyai pilihan yang harus diambil. Pilihan-pilihan yang dihadapi manusia memerlukan keputusan. Untuk sukses mengambil keputusan, kita perlu memiliki informasi yang cukup. Proses yang harus kita lalui dalam mengambil suatu keputusan adalah : 1) perumusan masalah, 2) pengumpulan informasi dan 3) penggunaan informasi.
Contoh, seorang sarjana bermaksud untuk mencari sebuah pekerjaan. Sarjana tadi merumuskan beberapa masalah; 1) Pekerjaan-pekerjaan di perusahaan mana yang akan memerlukan keahlian saya, 2) bagaimana prospek karier di perusahaan-perusahaan tersebut . Tahap selanjutnya yaitu “mengumpulkan informasi”, sarjana tadi melakukan beberapa proses. Ia mencari gambaran-gambaran perusahaan dari majalah-majalah bisnis. Ia juga mencari informasi tentang profil dari website di internet. Dari pencarian di majalah dan Koran itu, sarjana tadi mendapatkan sejumlah jawaban dari masalah yang sudah dirumuskan. Pada tahap akhir ia menggunakan informasi yang telah dikumpulkannya untuk mengambil keputusan.
Nah, dari proses ini, sarjana tadi telah menggunakan kemampuan literasi informasinya.
1.2.2 Menjadi manusia pembelajar di era ekonomi pengetahuan
Di abad ke 21 ini, manusia menyaksikan sebuah fase peradaban baru yang disebut sebagai era ekonomi pengetahuan. Di era seperti ini, pengetahuan menjadi asset bagi individu, organisasi dan perusahaan jika mereka ingin tetap “survive”.
Kemampuan literasi informasi memiliki peran yang strategis dalam meningkatkan kemampuan Anda menjadi manusia pembelajar. Semakin Anda terampil dalam mencari, menemukan, mengevaluasi dan menggunakan informasi, semakin terbukalah kesempatan Anda untuk selalu melakukan pembelajaran.
1.2.3 Menciptakan pengetahuan baru
Menurut OCDC kemajuan suatu bangsa ditentukan oleh kemampuan bangsa itu dalam tiga hal yaitu, penciptaan pengetahuan, distribusi pengetahuan dan pengembangan infrastruktur tekhnologi yang memudahkan penyebaran pengetahuan.
Perkembangan tekhnologi internet meniscayakan sebuah fenomena yang disebut dengan ’superhighway information’. Batas batas geografi menjadi tidak ada lagi. Informasi dan pengetahuan bergerak dengan sangat cepat melalui internet. Ketrampilan literasi informasi akan memungkinkan seseorang untuk mendapatkan informasi dengan cara yang cepat pula. Seseorang yang mempunyai kemampuan literasi yang tinggi dicirikan oleh kemampuannya dalam memecahkan masalah dan mengkomunikasikan gagasannya dengan baik. Ia juga dapat berpikir secara kritis dan analistis. Ia dapat membangun argumentasinya secara logis dengan didukung fakta, bukti dan informasi yang diperlukan. Seseorang yang memiliki literasi informasi dapat memilah mana informasi yang benar dan mana yang salah, sehingga ia tidak mudah untuk terprofokasi oleh informasi tertentu.
1.3 Contoh-contoh model literasi informasi
1.3.1 The big6
Para pakar mengembangkan banyak model literasi informasi. Salah satu model literasi informasi dikembangkan oleh dua pakar bernama Robert E. Berkowitz pada tahun 1987. Dan Michael B. Eisenberg. Berkowitz dan Eisenberg (1987) menamakan model ini dengan the big 6 yang terdiri dari 6 ketrampilan. Tiap-tiap ketrampilan mempunyai beberapa langkah. 6 ketrampilan literasi informasi the Big6 dan langkah-langkahnya dapat dilihat dalam bagan 1 di bawah ini:
1. Merumuskan masalah. Langkah-langkahnya:
- Merumuskan masalah.
- Mengidentifikasikan informasi yang dibutuhkan.
2. Mengembangkan strategi pencarian informasi
- Menentukan sumber.
- Memilih sumber terbaik.
3. Lokasi dan akses
- Mengalokasikan sumber secara fisik dan virtual.
- Menemukan informasi di dalam sumber-sumber tersebut.
4. Memanfaatan informasi
- Membaca, mendengar.
- Memilih informasi yang relevan.
5. Mensintesiskan informasi
- Mengorganisasikan informasi dari berbagai sumber.
- Mempresentasikan informasi tersebut.
6. Mengevaluasi informasi
- Mengevaluasi efektivitas dan efisiensi dari seluruh proses yang telah dilakukan.
1.3.2 Empowering8
Pada tahun 2004 Indian Library Association mengadakan workshop tentang literasi informasi dilanjukan oleh workshop yang kedua tahun 2005 (Bhandary, 2006). Workshop ini dihadiri oleh 10 negara yakni; Indonesia, India, Bangladesh, Maldiva, Malaysia, Nepal, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Vietnam dan Thailand. Hasil dari kedua seminar ini menghasilkan sebuah konsep yang disebut ‘empowering8′.
Konsep empowering8 mengembangkan ketrampilan belajar (learning skill) dengan menggunakan sumber-sumber belajar (learning resources). Model literasi informasi empowering8 terdiri dari 8 ketrampilan literasi yang harus dikuasai, yakni;
1. Identification, yaitu proses mengidentifikasi topic, sasaran audiens dan jenis-jenis sumber belajar.
2. Exploration, yaitu proses menjelajahi sumber informasi sesuai dengan topik yang sudah diidentifikasi.
3. Selection, yaitu proses untuk mengumpulkan informasi informasi yang relevan.
4. Organization, yaitu proses untuk untuk mengevaluasi dan menyusun informasi secara logis.
5. Creation, yaitu menciptakan pengetahuan yang didukung oleh referensi yang didapatkan dari proses sebelumnya. Yang termasuk dalam proses ini adalah ketrampilan mencangkokan dan mengutip pendapat orang lain dari sumber-sumber informasi yant didapatkan dengan menjunjung etika akademis.
Ketrampilan yang diajarkan di KLC (Knowledge Learning Center, Library of UMY) adalah intisari dari konsep the big6 dengan konsep empowering8. Tujuan pengajaran literasi informasi di KLC UMY adalah;
- Mengidentifikasi sumber informasi
- Mengakses informasi
- Menciptakan karya (organisasi, penciptaan, dan presentasi)
Seluruh ketrampilan ini diajarkan oleh KLC UMY untuk semua civitas akademika UMY dalam rangka membangun atmosfir akademik dan menciptakan fondasi dalam membangun ‘research university’ (universitas berbasis penelitian).
Referensi:
Berkowitz, B & Eisenber, M 2006, What is the big6? Di unduh dari http://www.big6.com/.
Bhandary, KM 2006, Information literacy and librarian’s role. Diunduh dari http://www.tucl.org.np/infliteracy.htm tanggal 26 Agustus 2006.
